The Gay Hussar: Sebuah Institusi Kuliner dan Politik Legendaris di Jantung London
Restoran «The Gay Hussar», yang tampak pada gambar dengan eksteriornya yang khas berwarna merah menyala dan tanda bertuliskan «HUNGARIAN RESTAURANT EST 1953» di 2 Greek Street, Soho, London, adalah sebuah institusi kuliner dan sosial yang termasyhur. Didirikan pada tahun 1953 oleh Victor Sassie, seorang restaurateur berdarah Swiss-Wales yang jatuh cinta dengan masakan Hungaria setelah magang di Budapest pada usia 17 tahun, restoran ini bukan sekadar tempat makan, melainkan sebuah kancah sejarah politik Inggris.
Sejarah dan Atmosfer yang Kaya
Restoran ini dinamai untuk menghormati pasukan kavaleri ringan elit Hungaria, Hussars, dan juga merujuk pada operet populer Hungaria berjudul The Gay Hussars karya Emmerich Kálmán. Di masa kejayaannya, istilah «gay» berarti bahagia atau ceria, yang mencerminkan suasana hidup dan penuh semangat di dalamnya.
Atmosfer The Gay Hussar sangat unik. Interiornya yang nyaman, dengan deretan buku yang memenuhi rak dan puluhan karikatur tokoh-tokoh politik terkenal yang menghiasi dinding, memberikan kesan seolah-olah Anda berada di ruang tamu smokey ribs pribadi yang penuh dengan sejarah. Karikatur-karikatur ini, banyak di antaranya dibuat oleh kartunis politik Martin Rowson, menampilkan wajah-wajah familiar dari spektrum politik Inggris, terutama Partai Buruh.
Restoran ini menjadi «kantin» tidak resmi bagi para politisi, jurnalis, dan tokoh media, terutama dari kubu kiri Partai Buruh. Meja-meja di sana menjadi saksi bisu berbagai perbincangan politik, gosip, dan bahkan rencana penggulingan kepemimpinan partai. Tokoh-tokoh terkemuka seperti T.S. Eliot, Aneurin Bevan, Michael Foot, dan Gordon Brown adalah pelanggan tetap. Konon, Tony Blair pertama kali dibujuk untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen di restoran ini pada tahun 1982.
Warisan Kuliner Hungaria
Daya tarik utama lainnya adalah masakan Hungaria otentik yang disajikan dengan porsi besar dan mengenyangkan (hearty cuisine). Menu khasnya mencakup hidangan-hidangan klasik seperti:
- Gulyásleves: Sup goulash daging sapi yang beraroma dan gurih.
- Füstölt Libamell: Dada angsa asap dengan kacang kasulet dan kubis merah.
- Csirkepaprikás: Ayam dalam saus krim paprika, meskipun beberapa kritikus mencatat sausnya terkadang terlalu ringan.
- Pancake kenari (Gundel Palacsinta): Pencuci mulut yang populer, disajikan dengan saus cokelat hangat dan kadang-kadang sedikit rum.
- Sup ceri dingin (chilled wild cherry soup): Hidangan pembuka khas yang manis dan seperti milkshake buah.
Meskipun makanannya digambarkan sebagai «pedesaan» dan «anakronistik» oleh beberapa orang, kualitas dan keasliannya memiliki pengikut setia, termasuk banyak orang Hungaria yang menganggap rasanya seperti masakan rumahan nenek mereka.
Akhir Sebuah Era
The Gay Hussar beroperasi selama 65 tahun sebelum akhirnya ditutup pada Juni 2018. Penutupan ini disebabkan oleh kombinasi kenaikan sewa yang signifikan dan perubahan kebiasaan makan siang yang panjang dan beralkohol di kalangan jurnalis dan politisi. Upaya oleh sekelompok politisi, jurnalis, dan pengacara yang menamakan diri «Goulash Co-operative» untuk membeli dan menyelamatkan restoran ini dari penutupan tidak berhasil.
Pada tahun 2020, lokasi legendaris di 2 Greek Street ini dibuka kembali dengan nama baru, Noble Rot Soho, sebuah restoran yang lebih modern namun tetap menghormati sejarah pendahulunya dengan menyajikan beberapa hidangan Hungaria klasik dan memajang karikatur politik baru. Meskipun The Gay Hussar yang asli telah tiada, warisannya sebagai tempat pertemuan ikonik di London tetap hidup dalam ingatan banyak orang.
Оставить комментарий