Apa Saja Pembaruan di Dapodik TA Official Tahun Ini?

Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) versi 2025 menghadirkan berbagai pembaruan signifikan untuk mendukung pendataan pendidikan yang lebih akurat dan efisien. Berikut adalah beberapa pembaruan utama yang perlu diketahui oleh operator sekolah dan pihak terkait:

1. Implementasi Kurikulum Merdeka

Dapodik versi 2025 mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara bertahap maupun serentak sesuai dengan ketentuan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Pada jenjang SD, SMP, dan SMA, satuan pendidikan dapat memilih untuk menerapkan Kurikulum Merdeka mulai dari kelas I, IV, dan VII, atau secara serentak. Untuk jenjang SMA dan SMK, penerapan dilakukan mulai kelas X. Perubahan ini mempengaruhi pengelolaan rombongan belajar (rombel), di mana fitur kenaikan kelas dinonaktifkan dan digantikan dengan pembuatan rombel baru sesuai kurikulum yang dipilih.

2. Pembaruan Data Orang Tua/Wali

Untuk meningkatkan akurasi data peserta didik, satuan pendidikan kini diwajibkan untuk melengkapi informasi tambahan mengenai orang tua atau wali peserta didik. Setelah kolom nama diisi, wajib diisi juga tahun lahir, pekerjaan, penghasilan, dan pendidikan terakhir ayah atau wali.

3. Penonaktifan Fitur Tugas Tambahan Kepala Sekolah

Fitur untuk mengedit, menyimpan, atau menghapus tugas tambahan kepala sekolah atau PLT kepala sekolah kini dinonaktifkan pada aplikasi Dapodik versi 2025. Perubahan data tersebut hanya dapat dilakukan melalui Dinas Pendidikan setempat.

4. Validasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Untuk mendukung program MBG, Dapodik versi 2025 menambahkan validasi terkait agar data lebih akurat. Satuan pendidikan diminta untuk memastikan bahwa data peserta didik yang berhak menerima program ini telah tercatat dengan benar.

5. Penambahan Kolom NPWP untuk PTK

Aplikasi Dapodik versi 2025 dapodikta.com kini mendukung pengisian kolom Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Kolom ini memungkinkan input hingga 16 digit, sesuai dengan format terbaru dari instansi perpajakan.

6. Integrasi Riwayat Sertifikasi Guru

Untuk memudahkan guru bersertifikasi, Dapodik versi 2025 melakukan integrasi otomatis riwayat sertifikasi guru. Dengan demikian, guru tidak perlu lagi memasukkan data sertifikasi secara manual, yang dapat meningkatkan akurasi data dan mengurangi beban administrasi.

7. Validasi Usia Peserta Didik

Dapodik versi 2025 menambahkan validasi usia peserta didik di jenjang kesetaraan (PKBM dan SKB). Peserta didik keaksaraan dibatasi hingga usia 72 tahun sesuai dengan standar Usia Harapan Hidup. Jika melebihi batas usia tersebut, data akan dianggap invalid pada menu validasi.

8. Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

Sebagai bagian dari upaya mendukung integritas di dunia pendidikan, Dapodik versi 2025 menambahkan instrumen terkait Pendidikan Anti Korupsi (PAK). Instrumen ini diharapkan dapat diisi oleh kepala sekolah selaku penanggung jawab satuan pendidikan.

9. Perbaikan Bug dan Penyempurnaan Fitur

Beberapa perbaikan teknis juga dilakukan, antara lain:

  • Penyempurnaan fitur kenaikan kelas/lanjutkan semester untuk rombongan belajar mata pelajaran pilihan.

  • Perbaikan bug pada menu pesan.

  • Penyempurnaan menu rombongan belajar untuk mata pelajaran pilihan pada SPK SMA.

  • Penambahan validasi isian instrumen KPK untuk penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi (PAK).

Dengan berbagai pembaruan ini, diharapkan aplikasi Dapodik versi 2025 dapat meningkatkan kualitas dan akurasi data pendidikan di Indonesia, serta mendukung implementasi kebijakan pendidikan yang lebih efektif.