Masakan Taiwan: Sejarah, Pengaruh, dan Keunikan Kuliner
Dengan lebih dari seratus tahun perkembangan sejarah, masakan Fujian selatan memiliki dampak yang paling mendalam pada masakan Taiwan utama, tetapi juga dipengaruhi oleh masakan Hakka, masakan waishengren (orang-orang dari provinsi lain), dan masakan Jepang.
Masakan Taiwan terkait erat dengan sejarah kolonisasi dan politik modern yang membuat deskripsi masakan Taiwan menjadi sulit. Seiring dengan perkembangan ekonomi Taiwan, masakan fine dining semakin populer. Masakan Taiwan memiliki variasi regional yang signifikan.
Pasar malam di Taiwan membentuk bagian penting dari budaya makan. Makanan vegetarian dan vegan sangat umum. Masakan Taiwan populer di seluruh dunia dengan beberapa makanan seperti bubble tea dan ayam goreng Taiwan yang menjadi fenomena global.
Menurut Katy Hui-wen Hung, «Sejarah makanan Taiwan sama keruhnya dengan politik Taiwan». Hal ini karena masakan Taiwan sangat terkait dengan pola migrasi dan kolonisasi. Masakan lokal dan internasional Taiwan, termasuk sejarahnya, adalah topik yang sangat kontroversial secara politik. Identitas Taiwan yang kompleks dan beragam membuat masakan Taiwan sulit untuk didefinisikan. Hubungan politik yang tegang antara Taiwan dan China juga memperumit sejarahnya.
Sejarah masakan Taiwan dimulai dengan masakan dari suku asli di pulau-pulau Taiwan. Pada abad ke-16, komunitas Fujian dan Hakka bermigrasi ke Taiwan dan membawa masakan mereka. Karena warisan ini, masakan Taiwan sering dianggap sebagai bagian dari masakan regional Tiongkok. Pengaruh Eropa awal datang dari Belanda, Spanyol, dan Portugis.
Karena periode pemerintahan Jepang, masakan Taiwan juga dipengaruhi secara kuat oleh masakan Jepang (washoku dan yōshoku). Selama pemerintahan Jepang, hidangan dan cara makan Jepang seperti bento, sashimi, bola nasi, dan sup miso diperkenalkan ke dalam masakan Taiwan.
Setelah Perang Dunia II, kepindahan Kuomintang ke Taiwan membawa banyak masakan dari luar provinsi Fujian atau Tiongkok Tenggara. Setelah itu, hidangan dari Tiongkok, terutama dari Guangdong, Chaoshan, Shanghai, Sichuan, dan Beijing, bisa dengan mudah ditemukan di Taiwan.
Menurut koki Taiwan, Fu Pei-mei, tradisi kuliner Tiongkok yang otentik dipertahankan dengan baik di Taiwan. Klaim otentisitas ini, yang umum di kalangan generasi Fu, sebagian disebabkan oleh pesan politik nasionalisme Tiongkok dari Kuomintang yang meluas jauh melampaui masakan. Keotentikan masakan regional Tiongkok di Taiwan telah dipertanyakan. Beberapa sumber melacak asal usul mie instan ke mie jisi Taiwan, khususnya variasi yang digoreng dalam lemak babi untuk kemudian direbus https://www.restaurant-les7laux.com/ dalam air sebelum disajikan yang diperkenalkan oleh Qingji Ice Dessert Parlor pada tahun 1951. Setelah komersialisasi mie instan, perusahaan-perusahaan Taiwan seperti Uni-President pada tahun 1973 memperkenalkan mie instan kemasan pertama yang dimaksudkan untuk dikonsumsi «kering» (tanpa sup atau dengan sup di sampingnya).
Оставить комментарий