Anjing Carolina: Dingo Liar Amerika
Anjing Carolina, juga dikenal sebagai anjing kuning, anjing yaller, dingo Amerika, atau Dixie dingo, adalah ras berukuran sedang dengan sejarah yang mengakar kuat di Amerika Serikat Tenggara. Anjing-anjing ini sering ditemukan di daerah terpencil, terutama https://www.thairidgebackusa.com/ di hutan pinus berdaun panjang dan rawa cemara. Meskipun pernah dianggap sebagai populasi liar murni, upaya untuk menjadikan mereka sebagai ras yang diakui telah menyebabkan penerimaan mereka oleh dua klub kandang yang lebih kecil dan dimasukkan ke dalam program pendirian ras oleh organisasi kandang besar.
Awalnya ras landrace, anjing Carolina ditemukan kembali di alam liar oleh I. Lehr Brisbin Jr., meskipun keberadaannya didokumentasikan pada awal 1920-an dalam publikasi terkait anjing Amerika. Studi genetik menunjukkan bahwa anjing Carolina membawa jejak campuran dengan ras dari Asia Timur, mengisyaratkan garis keturunan kuno.
Menariknya, terlepas dari namanya, anjing Carolina bukanlah anjing negara bagian resmi Carolina Utara (yang menghormati Plott Hound) atau Carolina Selatan (yang mengakui Boykin Spaniel).
Pertemuan Sejarah dan Dokumentasi Awal
Salah satu catatan tertulis paling awal tentang anjing asli Amerika Utara muncul pada tahun 1920, ketika Glover Morrill Allen menerbitkan penelitian tentang apa yang dia sebut anjing «India» di benua itu. Dia berteori bahwa anjing-anjing primitif ini adalah keturunan ras Asia, mendukung gagasan bahwa anjing peliharaan bermigrasi bersama populasi manusia purba selama era Pleistosen akhir.
Allen merujuk studi abad ke-19 tentang sisa-sisa kerangka, yang mengungkapkan bahwa anjing-anjing ini pernah berkisar dari Alaska hingga Florida, Antillen Besar, dan Great Plains. Banyak yang digali dari gundukan India prasejarah, menunjukkan signifikansi historis mereka.
Di antara temuan yang paling menonjol:
- Pada tahun 1893, Edward Drinker Cope mengidentifikasi tulang rahang anjing dari gundukan cangkang di Sungai St. Johns di Florida, mencatat tidak adanya gigi geraham bawah pertama yang tidak biasa.
- Arkeolog Clarence B. Moore kemudian menemukan banyak kerangka anjing di gundukan pemakaman di seluruh Florida dan Georgia, menunjukkan hewan-hewan ini dihormati daripada dikonsumsi.
- Sisa-sisa tambahan yang ditemukan di Carolina Selatan dan Ohio dianggap milik ras yang sama, memperkuat gagasan garis keturunan anjing asli yang tersebar luas.
Penemuan Kembali di Era Modern
Anjing Carolina itu mendapat perhatian publik berkat I. Lehr Brisbin Jr., seorang ahli ekologi penelitian senior di Laboratorium Ekologi Sungai Savannah Universitas Georgia. Saat melakukan penelitian di Situs Sungai Savannah, daerah yang sangat dibatasi dan tidak berpenduduk sejak 1950-an, Brisbin bertemu dengan anjing Carolina yang berkeliaran bebas yang telah berkembang dalam isolasi.
Studinya menghidupkan kembali minat pada trah ini, yang mengarah pada pengakuan formal dan upaya untuk melestarikan warisan genetiknya yang unik.
Saat ini, anjing Carolina berdiri sebagai penghubung hidup dengan sejarah anjing kuno Amerika, mewujudkan sifat-sifat yang telah bertahan selama ribuan tahun di lanskap liar di Tenggara.
Оставить комментарий